Sky-Line
Forum | Sky-Line.N-Stars.org
Selamat Datang di FORUM Sky-Line.N-Stars.org
Bgi yg blm mendaftar klik pendaftaran/register
bgi yg sdh mendaftar klik login....

Terima kasih
By Admin Sky_Line

YANG MUDA YANG KREATIF

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

default YANG MUDA YANG KREATIF

Post by Admin on Sat Feb 05, 2011 6:04 am

Cerpenku
YANG MUDA YANG KREATIF

ANAK PETANI SEORANG AHLI MEKANIK

Diceritakan
ada sepasang suami – isteri yang bernama Pak Sukardi dan Ibu Tini,
mereka tinggal disebuah desa yang sangat terpencil, bisa dikatakan
kehidupan mereka itu sangat sederhana dengan keadaan rumah yang cukup
untuk mereka berdua saja, pekerjaan sehari – hari mereka itu adalah
buruh tani dari seseorang yang bisa dibilang orang yang paling kaya di
desa tersebut.

Setiap hari mereka harus bangun pagi dan berangkat
ke sawah untuk melakukan pekerjaan mereka sebagai buruh tani. Setiap
pukul 09.00 pagi, ibu tini pulang ke rumah untuk memasak nasi yang nanti
untuk hidangan makan siang bersama suaminya dipesawahan. Waktu sudah
menunjukkan pukul 11.00 siang, ibu tini berangkat lagi ke sawah sambil
membawakan nasi bersama lauk pauknya untuk disuguhkan kepada suaminya.

Ketika
ibu tini sampai di sawah dimana suaminya bekerja, pak sukardi sangat
senang sekali melihat isterinya datang sambil membawa bakul nasi karena
waktu makan siang sudah tiba. Sesampainya ditempat yang biasa mereka
gunakan untuk istirahat, ibu tini memanggil suaminya : “ Pak! pak!
istirahat dulu..!! kita makan dulu yuk disini!!?”, Pak sukardi pun
menjawab isterinya : “ Iya bu!! bapak cuci tangan dulu sebentar biar
bersih tangannya!!”. Setelah selesai cuci tangan, pak sukardi langsung
mendatangi isterinya yang sudah menunggu di saung ( sebuah tempat yang
biasa dipakai oleh para petani sebagai tempat peristirahatan sehabis
bekerja di sawah ) mereka sambil menyiapkan tempat makan untuk suaminya.

Setelah
makanan itu dituangkan diatas piring plastik, ibu tini langsung
memberikannya kepada suaminya, dengan sekejap, makanan itu langsung
dimakan dengan lahapnya oleh pak sukardi tanpa melupakan baca do’a dulu
sebelumnya, dalam waktu bersamaan ibu tini juga ikut makan bersama
suaminya. Walaupun lauk pauknya hanya dengan ikan asin dan sambal
disertai lalap – lalapan tapi mereka begitu senang dan sangat lahap
memakannya, apalagi pak sukardi yang tidak cukup hanya satu piring saja,
dia tambah lagi nasinya begitu juga lauk pauknya, mungkin karena dia
merasa sangat lapar sehabis capek bertani.

Ditengah makan siang
mereka, tiba – tiba ibu tini mengeluh kepada suaminya meratapi nasibnya :
“ pak! apakah hidup kita akan begini terus?punya rumah bilik bambu
terus kerja di sawah punya orang lain?kapan ya pak kita punya sawah
sendiri?paling tidakkan kita makan dari sawah kita sendiri?” keluh ibu
tini. “ Sudahlah bu jangan terlalu banyak mengeluh akan nasib kita
ini?kita hidup seperti ini bukan keinginan kita sendiri tapi karena
sudah ada yang mengatur?hidup – mati dan kaya – misikin seseorang itu
sudah diatur olehnya ( tuhan sang pencipta )?jadi janganlah terlalu
banyak mengeluh dengan keadaan kita seperti ini?justeru kita itu harus
bersyukur?kita masih bisa makan walaupun ttidak semewah yang kita
harapkan?coba lihat orang lain yang kelaparan, tinggal dibawah
jembatan?kita itu harus banyak bersyukur dengan apa yang kita dapat
sekarang ini?” pak sukardi coba menenangkan isterinya.

“ Coba
kita punya anak laki – laki ya bu?mungkin kita ada yang akan membantu
dalam pekerjaan ini?paling tidakkan kita tidak akan secapek ini?apalagi
kalau nanti anaknya bisa dibanggakan terus jadi orang sukses, kan kita
juga yang senang sebagai orangtua yang melahirkan dan mendidiknya?” Pak
sukardi mengawali pembahasan yang lain sambil bercanda. “ Ah si bapak
ini malah bercanda?kita berdua saja sudah kesulitan menghadapi kenyataan
hidup seperti ini apalagi kalau kita punya anak?mau dikasih makan apa
pak anak kita nanti?” jawab ibu tini. “ Istighfar ibu!istighfar!!kalau
ibu berbicara seperti itu berarti ibu tidak mau dititipkan amanah berupa
anak yang dimana tuhan telah memberikan rizqi untuk dia?kalau begitu
ibu sudah berani menolak rizqi yang diberikan tuhan melalui anak
kita?coba ibu pikirkan!kalau kita punya anak terus anak kita tumbuh
menjadi orang yang sukses?kita juga kan yang senang sebagai
orangtuanya?dan mungkin kita juga akan menikmati rizqi yang didapatkan
oleh anak kita?” Pak sukardi mencoba mengingatkan isterinya akan
ucapannya itu. “ Astaghfirullahal”adzim!astaghfirullahal’adzim!ma’afkan
ibu ya pak?tadi ibu hilaf?” ibu tini menyadari keasalahannya itu. “ Ya
sudah tidak apa – apa!” jawab pak sukardi. “ Ya sudah ya bu!bapak mau
kerja lagi?” pak sukardi melanjutkan perkataannya sambil membawa cangkul
yang akan digunakan untuk bertani. Pak sukardi melanjutkan pekerjaannya
sampai selesai.

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 maka waktu
pulang juga sudah tiba!pak sukardi dan isterinya membereskan peralatan
yang mau dibawa pulang kerumah. Setelah selesai membereskan peralatan
maka mereka bergegas pulang kerumahnya dengan membawa rasa letih karena
sudah bekerja seharian di panasnya terik matahari.

Setibanya
dirumah, pak sukardi istirahat dulu sejenak diluar rumah sambil
mengeringkan keringatnya yang sudah dari tadi keluar dari badannya,
sementara ibu tini langsung masuk ke dapur sambil membawa peralatan tani
untuk disimpannya supaya bisa dipakai lagi di lain hari.

Setelah
keringatnya mulai mengering, pak sukardi langsung menuju kamar mandi
yang berada diluar rumahnya untuk mandi sekaligus membersihkan lumpur –
lumpur yang dari tadi menempel di badannya. Setelah selesai mandi pak
sukardi mengganti pakaian dengan pakaian muslim yang sangat sederhana
untuk melaksanakan shalat ashar, begitu juga ibu tini yang sudah
menunggu suaminya dari tadi sudah siap melaksanakan shalat berjama’ah
ashar bersama suaminya itu. Setelah selesai sholat, mereka memanjatkan
do’a bersama – sama. Dalam do’anya mereka meminta kepada tuhan sang
pencipta agar diberikan keselamatan dunia dan akhirat, kemurahan rizqi,
kesehatan jasmani dan rohani, kerelaan hati dengan apa yang dialaminya,
juga do’a yang paling utama adalah semoga dikaruniai anak yang selama
ini dinanti – nantikan. Begitulah keseharian keluarga pak sukardi dan
ibu tini.

Singkat cerita, ibu tini mulai mual – mual karena
sedang mangandung. Mendengar berita tersebut, pak sukardi merasa sangat
senang sekali karena sesuatu yang sangat diharapkan akhirnya terkabulkan
sudah yaitu dengan hamilnya isteri tercintanya. Berbulan – bulan ibu
tini mengandung anak pertamanya itu, sehingga akhirnya tibalah waktu
yang sangat dinanti – nantikan dengan kelahiran anak pertama mereka.
anak mereka lahir dengan selamat, begitu juga ibunya yang melahirkan.
Lalu mereka memberikannya nama Tono Sukaradi.

Hari berganti
bulan, bulan berganti tahun, si tono sudah menginjak usia 10 tahun.
Sebagaimana anak seusianya, dia suka bermain bersama teman – temannya,
tetangga rumah. Sejak kecil tono adalah anak yang sopan santun, berbudi
pekerti yang baik, menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang
yang lebih muda dari dirinya. ketika bermain bersama teman – temannya,
tono melihat sebatang kayu yang berada di lapangan dimana mereka
bermain. Dalam pikirannya terbersit pikaran yang kreatif!” disini banyak
kayu – kayu yang terbuang tidak ada manfa’atnya!kenapa kayu – kayu ini
tidak aku jadikan sesuatu yang ada manfa’atnya?” akhirnya tono kumpulkan
kayu – kayu yang berserakan di lapang untuk dijadikan mobil – mobilan
kayu supaya bisa digunakan oleh anak – anak seusianya untuk mainan
sehari – hari. Singkat cerita mobil – mobilan kayu itu sudah jadi, lalu
tono mengajak teman – temannya untuk bermain bersama mobilnya itu.

Ketika
teman – temannya melihat mobil – mobilan kayu buatan tono, mereka
sangat senang sekali karena mereka mempunyai mainan baru. Mereka saling
bergantian memainkan mobil mainan itu. Karena teman – temannya senang
memainkan mobil mainan buatannya itu, tono membuat mobil mainan lagi
untuk teman – temannya. Setelah selesai membuat mobil mainan untuk teman
– temannya itu, tono memberikan mobil mainan buatannya itu kepada teman
– temannya. Setelah teman – temannya memegang masing – masing mobil
kayu buatan tono, lalu mereka main mobil – mobilan. Setelah mereka
merasa capek bermain dengan mainan barunya, mereka pulang ke rumahnya
masing – masing dengan membawa perasaan gembira karena mereka mempunyai
mainan baru yaitu mobil – mobilan buatan tono, teman mereka.

Setelah
mereka sampai ke rumahnya masing – masing, mereka menceritakan kepada
keluarganya tentang kebaikan dan kekreatifan tono dengan cara membuatkan
mereka mobil – mobilan dari kayu yang sudah tidak terpakai. Dari
situlah tono sudah terlihat bahwa kekreatifan dia sudah ada sejak dini.

Walaupun
tono hidup dari kalangan keluarga kurang mampu, tapi dia tidak merasa
minder dan menghindar dari teman – temannya yang kebanyakan dari
keluarga yang taraf ekonominya lebih tinggi daripadanya. Dengan adanya
tono, temn – temannya merasa sangat nyaman bercampur senang karena tono
menciptakan atau menemukan hal – hal baru termasuk dalam hal permainan
dan barang – dari permainan mereka itu.

Disamping membuat mobil –
mobilan dari kayu, tono juga adalah anak pertama yang menemukan
bagaimana cara membuat perahu – perahuan dan pesawat – pesawatan dari
kertas. Tono selalu mencari hal – hal yang baru yang belum ditemukan
oleh dia dan teman – temannya, khususnya di lingkungan dimana dia
tinggal.

Hari berganti minggu – minggu berganti bulan – bulan
berganti tahun, kini tono menjadi seorang pemuda yang bisa diandalkan
orangtuanya untuk membantu mereka dalam pekerjaannya di sawah. Walaupun
sekarang tono jadi seorang pemuda yang gagah tapi tidak sedikitpun
terpercik dari hatinya perasaan malu sama orang lain karena terlahir
dari keluarga petani serabutan, teman – teman sebayanya yang taraf
hidupnya lebih tinggi dari dia biasanya selalu jalan – jalan sambil
melirik – lirik dari lawan jenis mereka apalagi kalau sudah sore, mereka
selalu berkumpul dimana saja yang bisa dilihat oleh orang – orang yang
lewat baik di pinggir jalan taupun dimana saja.

Sebagaimana yang
selalu dilakukan oleh orangtuanya, tono setiap hari berangkat ke sawah
bersama orangtuanya untuk membantu pekerjaan sehari – hari orangtuanya
sebagai petani. Walaupun dia bukan anak sekolahan, tapi dia kalau
berangkat ke sawah selalu bawa – bawa buku pelajaran yang biasa
diajarkan di sekolah. Dia selalu membaca buku – buku yang dibawanya
kalau dia sedang istirahat dari pekerjaan sambil mengeringkan
keringatnya karena habis bekerja. Buku yang paling dia sukai untuk
dibaca adalah buku – buku yang berhubungan dengan masalah elektronik,
karena dari kecil dia mempunyai cita – cita ingin menjadi ahli mekanik.
Kalau dia sedang dirumah, sebelum tidur dia selalu meng-otak – atik
radio jelek milik orangtuanya yang sudah tidak terpakai lagi.

Radio
yang sudah tidak terpakai itu karena rusak dan tidak ada lagi suaranya,
kini sudah bisa terdengar lagi suaranya walaupun tidak begitu jelas
kedengarannya semenjak tono memperbaikinya. Keterampilan tono terdengar
oleh tetangganya bahwa tono bisa memperbaiki barang – barang elektronik
yang sudah tidak bisa terpakai lagi, dari semenjak itu tono selalu
mendapat uang dari hasil memperbaiki barang –barang elektronik milik
tetangganya yang meminta diperbaiki barang – barang elektroniknya kepada
tono.

Pada suatu hari ada berita yang sangat mengagetkan tono
dan orangtuanya bercampur menyenangkan hati tono dan orangtuanya.
Seperti biasanya, setiap hari tono dan orangtuanya pergi ke sawah untuk
melakukan pekerjaannya di sawah. Waktu sudah menunjukan pukul 11. 00,
seperti biasanya ibu tono membawakan makanan dari rumahnya untuk makan
siang suami dan anaknya. Ketika tono dan orantuanya sedang makan siang,
tiba – tiba ada seorang tetangganya datang ketempat dimana tono dan
orangtuanya bekerja. Orang itu langsung bicara apa tujuannya tanpa lupa
mengucapkan salam.

“Assalamu’alaikum!ma’af ya pa! bu! tono, saya
menggangu acara makan siangnya?” kata tetangga. “Wa’alaikum salam!!!”
keluarga tono menjawab serentak. “tidak apa – apa kok pak!” jawab pak
sukardi. “Oh ya!ayo bapak kita makan bersama kami tapi ma’af begini
adanya?” lanjut pak sukardi. “Oh..terima kasih pak!saya sudah makan kok
tadi dirumah!” Jawab orang itu. “Oh ya sebelumnya saya mintama’af kalau
kedatangan saya ini mengagetkan kalian semua?” lanjut tetangga itu.
“Kedatangan saya kesini tidak lain dan tidak bukan hanya sekedar ingin
memberikan kabar gembira kepada semuanya terutama tono!” orang itu
melanjutkan pembicaraannya. “Memangnya kabar gembira apa ya pak?kami
jadi penasaran nih!” Keluarga tono bertanya serentak karena penasaran.
“Begini ya, saya punya kenalan dikota, dia itu punya perusahaan
elektronik yang lumayan cukup besar, sekarang dia sedang main ke rumah
saya sambil silaturahmi, tadi kami berbicara masalah kehidupan masing –
masing dan pekerjaan masing. kata dia, sekarang ini perusahaanya sedang
mencari orang yang bisa dan mengerti dalam hal hal elektronik?! eh tiba –
tiba saya terpikirkan kamu ton! kamu kan sering betulin barang – barang
elektronik punya orang – orang disekitar rumah kamu dan hasilnya sangat
memuaskan? semua orang mengakui kemampuan kamu ton! kenapa tidak saya
mencoba menawarkan kesempatan ini sama kamu, barangkali kamu berminat
dengan tawaran saya ini?kita juga kan sudah tahu bahwa cari pekerjaan
itu sangat susah apalagi di kota – kota besar?” orang itu menawarkan
pekerjaan kepada tono. “Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas
penawaran bapak! tapi saya tidak bisa langsung menerima tawaran bapak
tanpa izin dari orangtua saya dulu!” jawab tono. “Bapak sama ibu izinin
kamu kok ton! Selama itu tidak membahayakan dan memadharatkan kamu
khususnya! Iya kan bu?” Jawab pak sukardi sambil menanyakan kepada
isterinya. “Iya ton! ibu juga izinin kok sama seperti bapak kamu!” Ibu
tini jawab pertanyaan suaminya. “Bagaimana ton?apa kamu bisa terima
penawaran saya tidak?” orang itu bertanya lagi kepada tono kentang
kesiapannya. “Apa teman bapak masih ada di rumah bapak?” tono bertanya
kembali. “Kalau masih ada dirumah bapak, saya ingin menemuinya dulu
supaya saya bisa mengetahui seperti apa pekerjaannya secara jelas?”
lanjut tono. “Dia masih ada dirumah saya kok ton!” jawab orang itu.
“Kamu mau sekarang menemuinya?” tanya orang itu. “saya minta izin sama
orang tua saya dulu ya?” kata tono. “Silahkan ton!” jawab orang itu.
Ketika tono hendak meminta izin sama orangtuanya, ayahnya sudah jawab
duluan : “ ayah sama ibu izinin kamu menemui temannya bapak ini, biar
ayah dan ibu yang meneruskan pekerjaan ini “. “Ya sudah kita berangkat
sekarang saja ton?” orang itu mengajak tono. “Bapak!ibu!saya kerumah
bapak ini dulu ya?” tono minta izin kepada orangtuanya. “Ya ton! ya
sudah temuin temannya bapak ini?hati – hati ya?!” jawab orangtuanya.
Lalu Tono dan orang itu berpamitan dengan mengucapkan salam kepada
orangtua tono sambil berangkat meninggalkan mereka!
”assalamu’alaikum!!”. “wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh!!”
orangtua tono serentak menjawab salam anaknya dan tetangganya itu.

Setelah
sampai di rumah tetangga yang mengajak tono itu, terlihat ada dua orang
laki – laki yang sedang duduk di ruang tamu, yang satu orangnya
kelihatan agak tua dan yang satu lagi kelihatannya masih sangat muda.
Tono dan tetangganya itu langsung masuk rumah sambil mengucapkan salam!
”Assalamu’alaikum warahmatullah!!”. “Wa’alaikum salam!!” jawab dua orang
itu yang sedang asyik ngobrol. Kedua orang itu kaget dengan datangnya
tuan rumah bersama seorang pemuda, mungkin dalam hatinya berkata :
“Apakah ini yang dibicarakan temannya itu, seorang pemuda yang menurut
temannya adalah orang yang mengerti akan masalah – masalah mekanik?”

Setelah
tono dan tetangganya itu masuk rumah, orang itu mengenalkan kepada dua
orang tamunya, bahwa pemuda yang dibawanya itu adalah orang yang
sebelumya sudah diceritakan kepada mereka. Mereka saling berjabat tangan
untuk mengenalkan dirinya masing –masing. “Nama saya Sucipto!” tamu
memulai perkenalkan dirinya. “dan ini asisten pribadiku, namanya doni!”
tamu itu melanjutkan mengenalkan asisten yang dibawanya itu. “Namaku
Tono!” tono membalas dengan mengenalkan dirinya. “ Tadi pak darjo ( nama
tetangga tono ) sudah membicarakan semuanya kepadamu kan?tujuan kami
datang kemari adalah untuk mencari anak muda yang bisa dan mengetahui
masalah – masalah mekanik! pak darjo sudah bercerita, bahwa dikampungnya
ada seorang pemuda yang biasa membetulkan barang – barang elektronik!
jadi saya datang kemari hanya untuk melihat dan menawarkan langsung
kepada orang yang sudah diceritakan!” pak sucipto memulai pembicaraan
dengan maksud kedatangannya ke kampung tono. “Ma’af pak! saya ini
hanyalah seorang anak dari seorang petani dan pekerjaan saya dalam
meng-otak – atik barang – barang elektronik itu karena saya hobi bukan
karena saya ahli dalam hal itu dan saya juga tidak pernah sekolah khusus
mekanik!”. Tono menjawab dengan merendah. “Justeru itu, saya datang
kemari dan menawarkan pekerjaan ini kepadamu karena saya sudah tahu
semuanya! walaupun kamu tidak pernah sekolah khusus dibidang mekanik
tapi kamu tahu tentang bagaimana membetulkan barang – barang elektronik
dengan sendirinya!” jawab orang itu. “Apakah kamu bersedia bekerja
diperusahaan saya?” lanjut orang itu menawarkan pekerjaan kepada tono.
“Tapi kan pak..” tono mencoba menjawab. “Sudahlah tidak usah ada tapi –
tapian, saya sudah memikirkannya matang – matang dengan mengajakmu
bekerja diperusahaan saya!” potong orang itu. “Baiklah pak saya menerima
tawaran baik bapak tapi sebelumnya saya akan bicarakan dulu kepada
orangtua saya sekaligus mau minta izin kepada mereka?!” tono menerima
tawaran tamu pak darjo itu. “Kapan saya bisa ke perusahaan bapak?”.
Tanya tono. “Kalau bisa minggu depan kamu datang ke perusahaan saya
sekaligus penempatan posisi yang tepat untuk kamu?!”. Jawab pak sucipto.
“Insyaallah saya usahakan minggu depan bisa datang ke perusahaan
bapak!” jawab tono.

Singkat cerita, pertemuan dengan tamu –
tamunya pak darjo sudah selesai dan tono pun berangkat ke sawah lagi
untuk menceritakan semuanya tentang tawaran pekerjaan dari temannya pak
darjo kepada orangtuanya. Setelah sampai di sawah dimana dia orangtuanya
bekerja, tono memanggil orangtuanya! “ bapak! ibu! Bisa kesini dulu
sebentar?saya ada kabar baik untuk bapak sama ibu!”. “Kabar baik apa
ton?” Jawab orangtuanya serentak. Tadi temannya pak darjo tetangga kita
menawarkan pekerjaan kepada saya diperusahaannya!” tono menjawab
pertanyaan orangtuanya. “Oh itu berita bagus ton!” jawab ayahnya dengan
nada senang. “Terus kamu menerima tawarannya itu?” lanjut ayahnya. “Saya
menerima tawarannya! tapi kalau bapak dan ibu tidak mengizinkan, maka
saya akan membatalkannya kok?!” jawab tono. “Anakku! janganlah kamu
menolak rizqi dari allah melalui orang itu tanpa menyia –nyiakan
kesempatan itu? ambillah kesempatan itu? kamu juga tahu kan dijaman
sekarang ini sangat susah mencari pekerjaan? walaupun sudah jadi
sarjana, belum tentu mendapat kesempatan kerja yang datang dengan
sendirinya?” jawab pak sukardi untuk mengingatkan anaknya. “Jadi bapak
dan ibu izinkan saya bekerja diperusahaan teman pak darjo itu?” tanya
tono dengan perasaan gembira. “Iya ton! bapak sama ibu mengizinkan kamu
bekerja disana!tapi jangan sampai lupa, berbuat baiklah sama orang-
orang, jangan sampai mereka membicarakan kejelekanmu?dan yang paling
penting, kamu jangan sampai meninggalkan shalat yang lima waktu?” jawab
ayahnya. “Iya pak! insyaallah saya tidak akan lupa dengan apa yang telah
bapak katakan pada saya barusan!” jawab tono.

Kini tibalah hari
yang sudah dinanti – nantikan, yaitu hari dimana tono akan berangkat ke
tempat yang sudah diceritakan minggu lalu. Tono beserta orangtuanya
bangun pagi, tapi tidak seperti biasanya, mereka bangun pagi untuk
mempersiapkan apa – apa yang mau dibawa oleh tono ketempat dimana dia
akan bekerja.

Ketika matahari sudah menampakan sinarnya dipagi
hari, tono berpamitan dan meminta do’a kepada orangtuanya,
“ibu!bapak!sebelum saya beangkat, saya ingin minta ma’af karena saya
tidak bisa membantu bapak sama ibu disawah lagi dalam waktu yang sangat
lama?” tono meminta ma’af kepada orangtuanya. “Do’akan saya ya pa?bu?”
tono meminta do’a kepada orangtuanya. Ayahnya menjawab : “ tidak apa –
apa ton!insyaallah kami bisa melakukannya sendiri kok!”. “ sudahlah
jangan terlalu memikirkan kami! justeru yang sangat kami harapkan itu
hanyalah keselamatan kamu dan kesuksekan kamu supaya nanti kamu bisa
menjadi anak yang bisa kami banggakan disuatu saat nanti!”. Ayah dan
ibunya melanjutkan perkataan mereka melepeskan kepergian anaknya dengan
nada sedih bercampur senang bahwa anak satu – satunya itu akan
meninggalkan mereka dalam waktu yang lama karena mendapat pekerjaan
diluar kota: ”kamu hati – hati dijalan ya nak!”. Setelah itu, tono
menemui tetangga – tetangganya untuk berpamitan sekaligus meminta do’a.
Lalu tono pergi meninggalkan kampung halamannya dengan membawa harapan
menjadi orang yang sukses dan bisa dibanggakan oleh orangtuanya.

Setelah
berjam – jam diperjalanan, akhirnya sampai juga tono ketempat
tujuannya. Tono langsung masuk menemui pak sucipto yang sudah menawarkan
pekerjaan kepada dirinya. “Akhirnya kamu datang juga ke perusahaan
kami?” Pak sucipto menyambut ramah kedatangan tono ke perusahaan
miliknya. “Silahkan duduk ton?” Pak sucipto mempersilahkan duduk kepada
tono yang baru datang. “Terima kasih pak!” jawab tono. Pembicaraan
mereka berlangsung lama hingga akhirnya pak sucipto memutuskan
penempatan kerja yang tepat untuk tono sebagai pemula.

Setelah
mereka selesai berbincang di ruangan direktur, tono langsung diajak pak
sucipto ketempat dimana para karyawan perusahaan sedang melakukan
pekerjaannya. Pak sucipto langsung mengenalkan kepada para karyawannya
bahwa tono adalah karyawan baru yang masih membutuhkan bimbingan dan
pengarahan dari karyawan lama.

Pertamanya tono merasa sulit
dengan pekerjaannya itu, tapi setelah dijalankan dalam beberapa lama,
dia sudah mulai terbiasa dengan pekerjaannya itu tanpa tidak luput dari
bimbingan dan arahan para karyawan lama. Melihat pekerjaan tono yang
sangat memuaskan dan menguntungkan bagi perusahaan, akhirnya pak sucipto
mempercayakan tono untuk menjadi orang yang mengontrol para karyawan
bekerja. Dalam waktu yang sangat lama tono bekerja di perusahaan
elektronik kepunyaan pak sucipto sebagai pengontrol para karyawannya,
pada akhirnya tono diangkat angat oleh pak sucipto menjadi asisten
pribadinya, menggantikan pak pak doni yang menjabat sebagai asisten
pribadinya yang terdahulu, yang dulu pernah dibawa pak sucipto ke rumah
tono, kini pak doni sudah mempunyai perusahaan elektronik sendiri
dikampungnya.

Tiga tahun berlalu, yang dulunya bekerja sebagai
karyawan sebuah perusahaan, sekarang tono sudah bisa membangun
perusahaan sendiri disebuah kota yang tidak jauh dari perusahaan
majikannya yang terdahulu. Walaupun kini tono sudah mempunyai perusahaan
sendiri, tapi dia tidak melupakan kebaikan majikannya yaitu pak sucipto
yang telah membuatnya seperti sekarang ini. Kalau tono sedang ada waktu
luang, dia berusaha menyempatkan berkunjung ke perusahaan atau rumah
pak sucipto untuk mempererat tali silaturahmi dengan majikannya yang
terdahulu itu. Dan dia juga tidak melupakan kampung halamannya apalagi
dengan orang tuanya yang telah melahirkan dan membesarkannya. Tono
selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi kampung halamannya sendiri.
Disamping tujuannya untuk silaturahmi dengan keluarga dan tetangganya,
dia juga berharap orangtuanya memberikan do’a restu karena tanpa do’a
kedua orangtuanya, tono tidak akan merasakan kesuksesan seperti ini.

Setiap
kali tono pulang ke kampung halamannya, dia selalu memberikan sedekah
kepada orang – orang yang membutuhkan, terutama orang – orang yang
berada disekitar rumahnya. Dikampungnya, tono menyumbangkan sedikit
uangnya untuk membuat sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,
misalkan membuat sumur untuk mandi dan mencuci untuk masyarakat karena
kebiasan orang – orang disana, kalau mau mandi atau mencuci serta semua
pekerjaan yang sangat membutuhkan air selalu pergi ke kali yang letaknya
lumayan jauh dari tempat tinggal mereka. Dan yang paling mulia, tono
membangun sarana – sarana infrastruktur seperti gedung – gedung sekolah
bagi anak – anak yang kurang mampu, panti asuhan bagi anak – anak yatim
piatu, dan tono juga tidak melupakan membangun tempat ibadah seperti
masjid. Setelah dibuatkan sumur, kini orang – orang yang ada di kampung
tono termasuk orang tuanya sendiri tidak perlu jauh –jauh kalau mau
mandi ataupun semua pekerjaan yang sangat membutuhkan air. Sekarang,
kehidupan masyarakat di kampung halamannya sudah bisa dikatakan lumayan
sejahtera setelah tono membantu kehidupan mereka dengan menciptakan
lapangan kerja untuk mereka yang membutuhkan pekerjaan tanpa harus jauh –
jauh berangkat meninggalkan kampung halamannya masing – masing. Dan
sekarang tono sudah bisa memberangkat kedua orangtuanya naik haji ke
makkah al mukarromah. Alhamdulillah.

Admin
Admin

Jumlah posting : 50
Join date : 30.01.11

Lihat profil user http://sky-line.n-stars.org

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik